REVIEW JURNAL 3
Tema : Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
judul: PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA USAHA KECIL MENENGAH
penagarang :Mohammad Abdul Mukhyi dan Mujiyana (2008)
Latar Belakang Masalah
Di Era Globalisasi saat ini dan dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat akhir-akhir ini memungkinkan para pelaku bisnis untuk melakukan pembuatan system informasi berbasis komputer, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis, khususnya untuk usaha kecil dan menengah (UKM).
Fenomena yang ada saat ini masih banyak UKM yang belum atau bahkan tidak menggunakan bantuan teknologi informasi, baik untuk menjalankan usaha maupun menggunakan teknologi yang tepat guna untuk menghasilkan suatu produk.
Tujuan Penelitian
•Untuk mengetahui jenis teknologi yang sudah dan belum digunakan dalam mengembangkan komoditi unggulan agrobisnis di wilayah kawasan andalan Jawa Barat.
•Untuk mengetahui bagaimana keterkaitan penerapan teknologi tepat guna dalam mengembangkan komoditi unggulan agrobisnis di Jawa Barat.
Metodelogi
Variable : Variable yang diteliti pada penelitian ini terfokus pada tingkat Teknologi Tepat Guna pada UKM, yang ditambah dengan tingkat daya saing pada UKM.
Data :
Data yang digunakan adalah data sekunder, yang berupa laporan dan informasi dari berbagai instansi dan departemen (BPS Pusat dan BPS Daerah, Departemen Perdagangan dan Industri, Dinas Perdagangan dan Industri Daerah Dati I dan II, Departemen Pertanian, Dinas Petanian Daerah Dati I dan II, serta instansi-instansi terkait lainnya).
Tahapan Penelitian : Mula-mula peneliti menentukan fokus penelitian pada subsektor pertanian dan sektor-sektor unggulan yang ada di provinsi Jawa Barat, kemudian dilakukan pengumpulan data sekunder yang diambil dari laporan dan informasi dari berbagai instansi dan departemen, lalu mengolahnya dengan menggunakan teknik Analisis Location Quotient (ALQ) Model Bendavid (1991). yaitu indeks untuk mengukur tingkat spesialisasi (relatif) suatu sektor atau subsektor ekonomi pada suatu kawasan tertentu.
Model Penelitian :
Model penelitian disajikan dalam bentuk penjelasan, grafik, dan table, ditambah dengan sedikit perhitungan matematis Model Bendavid (1991)
Hasil
Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa tingkat kontribusi margin masing-masing sektor dan subsektor Jawabarat dan Nasional sedang berada pada tahapan-tahapan industrialisasi, khususnya pada sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, yang artinya sudah dikelola dengan baik, dengan menggunakan teknologi yang relatif baik dan berkembang jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan sumberdaya manusia yang berpendidikan menengah keatas, sudah mulai dilakukan efisiensi akan tetapi belum efektif. Sedangkan pada sektor-sektor lainnya kecuali sektor industri pengolahan berada dalam tahapan non-industrialisasi dengan teknologi yang sangat rendah.
Dan dalam hal Sistem Teknologi Informasi, ditemukan adanya perubahan teknologi pertanian yang dipengaruhi oleh faktor internal (pengalaman dan kebutuhan dari diri sendiri) dan faktor eksternal (kebijakan pemerintah, penyuluhan) perubahan teknologi pertanian berpengaruh terhadap keadaan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi tidak merubah status sosial dalam adat istiadat. Terbatasnya teknologi yang tepat lokasi ini sangat berpengaruh kepada produktifitas komoditas pertanian pada umumnya, sehingga belum tercapai optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan yang sebenarnya berpotensi untuk memberikan hasil yang lebih banyak. Rendahnya produktifitas lahan ini ditandai oleh besarnya senjang hasil yang diperoleh ditingkat petani dengan hasil di tingkat penelitian.
Ada tiga komponen teknologi yang menyebabkan rendahnya produktifitas yaitu aplikasi teknologi budidaya yang masih rendah, penggunaan varitas yang kurang sesuai dengan kondisi lokalita, serta masih besarnya kehilangan hasil setelah panen. Terbatasnya teknologi berupa varitas lokalita dan besarnya kehilangan saat panen dan pasca panen merupakan indikator masih lemahnya pembinaan kepada petani serta minimmya peran daerah dalam menghasilkan teknologi.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa Propinsi Jawa Barat sesungguhnya memiliki potensi untuk mengembangkan UKM di bidang pertanian dengan berbagai peluang dan kesempatan yang ada, akan tetapi pengembangan dan pembinaan serta penyuluhan dari pihak-pihak terkait dirasa masih kurang.
Ditambah lagi Teknologi yang digunakan masih relatif sederhana dan penerapannya yang masih kurang tepat sasaran, hal ini karena regenerasi penyuluh tidak berjalan, minat petani terhadap teknologi dan mencari informasi masih lemah, karena penggunaan media informasi pertanian yang belum meluas.
Saran dan Usulan Lanjutan
Secara keseluruhan jurnal ini sudah terbilang baik akan tetapi pada bagian hasil dan pembahasan yang di tampilkan dirasa terlalu rumit dan kurang sederhana, sehingga diharapkan agar lebih menyederhanakan pembahasan yang disampaikan agar para pembaca yang masih awam dapat lebih mudah memahaminya.
Selasa, 07 Desember 2010
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN ..
PENDAHULUAN
A.Pengetahuan dan evaluasi produk
Sebelum konsumen membeli suatu produk, konsumen harus mengetahui dahulu keunggulan, kelebihan serta kebaikan dari produk tersebut bila konsumen membeli. Pengenalan akan suatu invoasi baru dari sebuah pruduk kadang memerlukan upaya yang besar agar konsumen mengetahui produk tersebut selain produk yang sudah ada di pasaran.
Yang lebih mendasari, pemasar mutlak perlu memeriksa apa yang sudah diketahui oleh konsumen karena pengetahuan ini adalah faktor penentu utama dari perilaku konsumen. Apa yang konsumen beli , dimana mereka membeli, dan kapan wmereka akan membeli akan bergantung pada pengetahuan yang relevan mengenai keputusan dalam membeli.
Contoh kasus seseorang biasa menggunakan produk sariayu untuk tat arias wajah nya, lalu ia di tawari produk Avon yang sama kegunaan serta hasil dari tata rias tersebut, konsumen akan membeli produk yang terbaik bagi dirinya walaupun ada produk lain yang baru keluar serta memberikan hasil yang sama serta harga yang tidak terlalu beda.
B.Pengetahuan dan persepsi
Persepsi pada suatu produk ialah pengetahuan konsumen mengenai suatu barang yang konsumen beli, misalnya khasiat dari suatu barang atau produk yang subyek gunakan. Misalnya konsumen terlalu mempercayakan kesehatannya pada suatu produk yang dianggap berkhasiat dalam menyembuhkan masuk anginnya saat itu, namun ada orang juga yang tidak terlalu percaya terhadap khasiat dari produk tersebut.
C.Isi pengetahuan: pengetahuan produk, pembelian dan pemakaian
Isi pengetahuan merupakan pengetahuan konsumen akan suatu produk atau barang yang dipasarkan oleh pemasar akan diminati oleh pembeli atau tidak sehingga pembeli harus teliti terhadap suatu barang yang akan di tawarkan. Kebanyakan dari konsumen hanya melibatkan fakta sementara dalam melihat suatu produk tanpa memikirkan bagaimana kegunaan dari suatu produk tersebut karena pengetahuan yang didapatkan hanya sepitas atau sebatas penglihatan saat itu tanpa menyadari apakan barang tersebut akan saya butuhkan atau tidak.
PEMBAHASAN
Pengetahuan konsumen di bagi dalam tiga bidang umum, yaitu pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, serta pengetahuan pemakai. Adapun penjelasannya yaitu:
1.Pengetahuan produk
Pengetahuan produk adalah pengetahuan konsumen akan suatu produk yang akan ia beli, sehingga informasi yang didapat mengenai suatu produk akan bermacam-macam. Pengetahuan produk meliputi:
•Kesadaran akan kategori produk
•Terminology akan sebuah produk
•Atribut atau cirri produk
•Kepercayaan tentang kategori produk secara umum
2.Pengetahuan pembelian
Pengetahuan pembelian meliputi bermacam potongan informasi yang dimiliki konsumen yang berhubungan erat dengan pemrolehan produk. Informasi meliputi dimana produk ini dapat dibeli dan kapan pembelian harus terjadi. Misalnya, saat suaru produk mobil keluaran terbaru akan diluncurkan, pembeli sudah memesan produk tersebut sebelum barang tersebut di lempar ke pasaran karena mobil tersebut hanya di jual beberapa buah saja atau yang lebih dikenal dengan limited edition.
3.Pengetahuan pemakai
Pengetahuan pemakan merupakan gambaran dari ketiga kategori embelian konsumen. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan yang tersedia di dalam ingatan mengenai bagaimana suatu produk dapat digunakan dan apa yang di perlukan agar benar-benar menggunakan produk tersebut. Misalnya konsumen mengetahui apa kegunaan dari sebuah microwave tapi tidak mengetahui cara menggunakannya.
Daftar Pustaka
Engel, J F; Roger D B; Paul, W M. 1995. Perilaku konsumen jilid I. Jakarta : Binarupa Aksara.
PENDAHULUAN
A.Pengetahuan dan evaluasi produk
Sebelum konsumen membeli suatu produk, konsumen harus mengetahui dahulu keunggulan, kelebihan serta kebaikan dari produk tersebut bila konsumen membeli. Pengenalan akan suatu invoasi baru dari sebuah pruduk kadang memerlukan upaya yang besar agar konsumen mengetahui produk tersebut selain produk yang sudah ada di pasaran.
Yang lebih mendasari, pemasar mutlak perlu memeriksa apa yang sudah diketahui oleh konsumen karena pengetahuan ini adalah faktor penentu utama dari perilaku konsumen. Apa yang konsumen beli , dimana mereka membeli, dan kapan wmereka akan membeli akan bergantung pada pengetahuan yang relevan mengenai keputusan dalam membeli.
Contoh kasus seseorang biasa menggunakan produk sariayu untuk tat arias wajah nya, lalu ia di tawari produk Avon yang sama kegunaan serta hasil dari tata rias tersebut, konsumen akan membeli produk yang terbaik bagi dirinya walaupun ada produk lain yang baru keluar serta memberikan hasil yang sama serta harga yang tidak terlalu beda.
B.Pengetahuan dan persepsi
Persepsi pada suatu produk ialah pengetahuan konsumen mengenai suatu barang yang konsumen beli, misalnya khasiat dari suatu barang atau produk yang subyek gunakan. Misalnya konsumen terlalu mempercayakan kesehatannya pada suatu produk yang dianggap berkhasiat dalam menyembuhkan masuk anginnya saat itu, namun ada orang juga yang tidak terlalu percaya terhadap khasiat dari produk tersebut.
C.Isi pengetahuan: pengetahuan produk, pembelian dan pemakaian
Isi pengetahuan merupakan pengetahuan konsumen akan suatu produk atau barang yang dipasarkan oleh pemasar akan diminati oleh pembeli atau tidak sehingga pembeli harus teliti terhadap suatu barang yang akan di tawarkan. Kebanyakan dari konsumen hanya melibatkan fakta sementara dalam melihat suatu produk tanpa memikirkan bagaimana kegunaan dari suatu produk tersebut karena pengetahuan yang didapatkan hanya sepitas atau sebatas penglihatan saat itu tanpa menyadari apakan barang tersebut akan saya butuhkan atau tidak.
PEMBAHASAN
Pengetahuan konsumen di bagi dalam tiga bidang umum, yaitu pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, serta pengetahuan pemakai. Adapun penjelasannya yaitu:
1.Pengetahuan produk
Pengetahuan produk adalah pengetahuan konsumen akan suatu produk yang akan ia beli, sehingga informasi yang didapat mengenai suatu produk akan bermacam-macam. Pengetahuan produk meliputi:
•Kesadaran akan kategori produk
•Terminology akan sebuah produk
•Atribut atau cirri produk
•Kepercayaan tentang kategori produk secara umum
2.Pengetahuan pembelian
Pengetahuan pembelian meliputi bermacam potongan informasi yang dimiliki konsumen yang berhubungan erat dengan pemrolehan produk. Informasi meliputi dimana produk ini dapat dibeli dan kapan pembelian harus terjadi. Misalnya, saat suaru produk mobil keluaran terbaru akan diluncurkan, pembeli sudah memesan produk tersebut sebelum barang tersebut di lempar ke pasaran karena mobil tersebut hanya di jual beberapa buah saja atau yang lebih dikenal dengan limited edition.
3.Pengetahuan pemakai
Pengetahuan pemakan merupakan gambaran dari ketiga kategori embelian konsumen. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan yang tersedia di dalam ingatan mengenai bagaimana suatu produk dapat digunakan dan apa yang di perlukan agar benar-benar menggunakan produk tersebut. Misalnya konsumen mengetahui apa kegunaan dari sebuah microwave tapi tidak mengetahui cara menggunakannya.
Daftar Pustaka
Engel, J F; Roger D B; Paul, W M. 1995. Perilaku konsumen jilid I. Jakarta : Binarupa Aksara.
Langganan:
Postingan (Atom)
