Nama : Eriko eka putra
Kelas : 3EA12
NPM : 10208450
Tugas : Review jurnal
Mata kuliah : Metode Riset
Tema / Topik :Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Judul :STRATEGI PENGELOLAAN PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UKM.
Pengarang :Bambang Setiarso (2005)
Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Era Globalisasi sekarang ini begitu pesat, sehingga kemampuan suatu usaha dalam hal menerapkan maupun mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor utama untuk meningkatkan daya saing.
Dalam hal usaha kecil dan menengah (UKM), pada umumnya keterampilan yang dimiliki pengusaha dan karyawannya dalam menghasilkan suatu produk nasional sudah dapat dikatakan baik, akan tetapi ternyata ini tidaklah cukup untuk dapat memenuhi standar international. Dari studi yang telah dilakukan ditemukan bahwa rendahnya kualitas SDM menjadi kendala serius yang dihadapi UKM dalam hal kualitas produksi.
Dalam hal ini pendidikan bagi SDM dan pengetahuan akan manajemen ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai inovasi menjadi kunci utama untuk dapat menghasilkan produk yang memiliki daya saing intenational.
Tujuan Penelitian
•Untuk mengetahui stategi yang paling tepat, yang dapat digunakan usaha kecil dan menengah agar dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya, untuk dapat meningkatkan daya saing.
Metodelogi
Variable :
variable pada penelitian ini lebih terfokus pada kualitas SDM pada UKM, yang mencakup tingkat ketrampilan, keahlian, dan pendidikan formal yang dimiliki pengusaha dan karyawannya, ditambah dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, daya saing, serta keefektifan dan keefisienana manajemen ilmu pengetahuan dan teknologi pada UKM.
Data :
Rujukan data yang digunakan peneliti diambil melaui data primer dan data sekunder, yang didapat melalui survey dan wawancara yang dilakukan pada perusahaan UKM makanan dan minuman di daerah Jawa Barat Dan Jawa Tengah, ditambah Ruteg yang ada di Kabupaten Manggarai dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Selain itu data juga diambil dari data yang dimiliki oleh BPS mengenai usaha yang tidak berbadan hukum, UKM dan sektor industri.
Tahapan Penelitian :
Tahapan pertama yang peneliti lakukan dalam melakukan penelitiaannya dilakukan melalui lima fase tahapan. Dimulai dari proses perencanaan, yang lalu dilanjutkan dengan analisa dan studi kelayakan melalui survey dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan desain dan tahapan implementasi, dan yang terakhir umpan balik dari pemakai (user study and feedback).
Model Penelitian :
Model penelitian disajikan hanya dalam bentuk penjelasan, tanpa disertai tabel, grafik, maupun perhitungan matematis.
Hasil :
Dari studi kasus yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa terdapat beberapa masalah utama yang menyebabkan rendahnya kinerja UKM diantaranya :
•Terbatasnya teknologi yang digunakan
•Kurangnya pengetahuan untuk mengelola perusahaan
•Rendahnya pengembangan dan penguasaan teknologi oleh UKM
•Keterbataan modal untuk meningkatkan teknologi
•Kurangnya kemampuan pengusaha untuk memanfaatkan peluang usaha
•Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan
•Kurangnya kesadaran dan kemauan pengusaha untuk menerapkan IPTEK yang tepat guna di perusahaannya
•Serta kurangnya pengetahuan dalam hal manajemen perusahaan, dan dalam hal manjemen ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam jurnal tersebut peneliti juga mengungkapkan sejumlah faktor yang diperlukan untuk kesuksesan penerapan strategi UKM diperusahaan sebagai berikut :
•Scaning mengenai lingkungan perusahaa.
•Melihat kondisi dan praktek bisnis perusahaan, apakah perusahaan telah melakukan pengumpulan informasi dan pengetahuan mengenai kondisi dan praktek bisnis di luar perusahaan.
•Membandingkan tingkat kemampuan operasional perusahaan, dengan kemampuan operasional pesaingnya.
•Memasukan knowledge sebagai aset
•Menciptakan budaya perusahaan berdasarkan knowledge, seperti corporate-culture perlu diciptakan agar inovasi dapat menjadi budaya dalam perusahaan
•Perusahaan membutuhkan pengelolaan aset knowledge untuk investasi, seperti tenaga kerja dan sistem jaringan pengetahuan.
Kesimpulan dan saran :
Peneliti mengungkapkan bahwa Knowledge-lah yang menjadi kunci utama sebagai sumber inovasi pada UKM, sehinga perusahaan UKM dapat mengambil keputusan untuk menetukan strategi yang efektif bagi perusahaannya, yang nantinya akan secara otomatis mampu meningkatkan daya saing UKM. Selain itu Knowledge juga mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di perusahaan.dan Kekurangan yang tampak jelas terlihat pada jurnal ini, terlihat pada bagian hasil penelitian yang tidak disertai dengan tabel atau grafik, sehingga disarankan agar melengkapinya dengan tabel dan grafik. Karena sesungguhnya tabel dan grafik dapat memudahkan pembaca untuk dapat melihat dengan lebih jelas dan lebih memahami hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Rabu, 27 Oktober 2010
Review jurnal 2
Nama : Eriko eka putra
Kelas : 3EA12
NPM : 10208450
Mata kuliah : Metode Riset
Tema / Topik : Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Pengarang : Loso Winarto dan Darmawati Nazir (2006)
Judul : PENGKAJIAN PRODUK UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN EKSPOR UKM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam hal ini Usaha kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UKM, yang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, masih belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar global.
Sehingga dalam hal ini perlu dilakukan kajian untuk mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah, sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Pengembangan produk unggulan dan pengembangan UKM juga dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Terlebih lagi pada daerah yang tertinggal atau mempunyai ketimpangan ekonomi terhadap daerah/wilayah lain.
Tujuan Penelitian
•Menyusun deskripsi produk-produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor UKM dan pengembangan ekonomi lokal
Metodelogi
Variable :
Variable yang diteliti pada penelitian kali ini berfokus pada Produk Unggulan, yang memiliki daya saing, berorientasi pasar dan ramah lingkungan.
Data :
Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari lokasi pengkajian secara langsung, baik yang dilakukan melalui kuesioner, wawancara maupun diskusi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui survey instansional yang berupa peraturan-peraturan, laporan-laporan dan data tertulis lainnya yang berhubungan dengan pengkajian ini.
Tahapan Penelitian :
Peneliti mengawali penelitiannya dengan melakukan penyusunan kerangka pemikiran, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan terhadap produk-produk unggulan, setelah itu barulah dilakukan pengumpulan data mengenai kondisi UKM didaerah perbatasan. Dan tahap yang terkhir setelah data terkumpul barulah dilakukan pengkajiaan, dan penganalisaan.
Model Penelitian :
Model penelitian disajikan dalam bentuk penjelasan dan table, tanpa disertai dengan grafik maupun perhitungan matematis.
Hasil
Berikut ini akan disajikan daftar produk unggulan yang ditemukan peneliti pada daerah penelitian :
Provinsi Kota/ Kab. Sampel Produk Unggul
Jawa Timur Kota batu Keripik apel dan jus apel
Yogyakarta Kabupaten sleman dan bantul Kerajinan bambu dan kayu
NTT Kota mataram dan lombok barat Kerajinan anyaman dan keramik
Sulawesi tenggara Kota abu-abu dan buton Coklat,kacang mete,udang
Sumatera Utara Kota Medan dan kab.Langkap Anyaman Rotan dan sepatu
Dari segi pemasaran produk tersebut tidak hanya mengisi pasar dalam negeri saja tetapi juga telah menjangkau pasar ekspor. Pasar ekspor dari produk tersebut mencakup pasar Asia, Amerika, Eropa dan Australia.
Dari sisi teknologi produksi produk unggulan untuk DIY 75 % belum menggunakan mesin, sedangkan di provinsi Jawa Timur 60 % telah menggunakan peralatan mesin, untuk provinsi NTB ternyata 50 % telah menggunakan mesin, pada provinsi NTB ternyata 98 % belum menggunakan peralatan mesin, dan pada provinsi Sumatera Utara diketahui 50 % telah menggunakan mesin sedangkan lainnya belum. Dari aspek penggunaan tenaga kerja hampr pada semua lokasi penelitian menggunakan tenaga kerja masyarakat local kecuali untuk produk Bordir dan Batik tulis di Jawa Timur dan untuk produk unggulan Ayaman Rotan dan Sepatu di Sumatera Utara sebahagian tenaga terampil didatangkan dari luar (mencapai 50%).
Kesimpulan dan saran
Jadi Jurnal review ini sudah terbilang baik karena bahasa jurnal yang disajikan sudah cukup sederhana sehingga untuk mudah dipahami. Akan tetapi didalam jurnal ini tak terdapat tinjauan pustaka yang pada umumnya ada pada sebuah jurnal. Sehingga diharapkan untuk melengkapi jurnal ini dengan menambahkan tinjauan pustaka, yang dapat memberikan gambaran awal kepada para pembaca untuk memahami penelitian.
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Kondisi Pengusahaan Produk Unggulan
1.Produk Unggulan pada lokasi penelitian prioritas untuk dikembangkan karena memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan kemampuan mengakses pasar diperkirakan akan semakin meningkat.
2.Intervensi bagi peningkatan akses ke pasar tersebut, diharapkan dapat diperankan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Kelas : 3EA12
NPM : 10208450
Mata kuliah : Metode Riset
Tema / Topik : Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Pengarang : Loso Winarto dan Darmawati Nazir (2006)
Judul : PENGKAJIAN PRODUK UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN EKSPOR UKM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam hal ini Usaha kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UKM, yang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, masih belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar global.
Sehingga dalam hal ini perlu dilakukan kajian untuk mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah, sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Pengembangan produk unggulan dan pengembangan UKM juga dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Terlebih lagi pada daerah yang tertinggal atau mempunyai ketimpangan ekonomi terhadap daerah/wilayah lain.
Tujuan Penelitian
•Menyusun deskripsi produk-produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor UKM dan pengembangan ekonomi lokal
Metodelogi
Variable :
Variable yang diteliti pada penelitian kali ini berfokus pada Produk Unggulan, yang memiliki daya saing, berorientasi pasar dan ramah lingkungan.
Data :
Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari lokasi pengkajian secara langsung, baik yang dilakukan melalui kuesioner, wawancara maupun diskusi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui survey instansional yang berupa peraturan-peraturan, laporan-laporan dan data tertulis lainnya yang berhubungan dengan pengkajian ini.
Tahapan Penelitian :
Peneliti mengawali penelitiannya dengan melakukan penyusunan kerangka pemikiran, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan terhadap produk-produk unggulan, setelah itu barulah dilakukan pengumpulan data mengenai kondisi UKM didaerah perbatasan. Dan tahap yang terkhir setelah data terkumpul barulah dilakukan pengkajiaan, dan penganalisaan.
Model Penelitian :
Model penelitian disajikan dalam bentuk penjelasan dan table, tanpa disertai dengan grafik maupun perhitungan matematis.
Hasil
Berikut ini akan disajikan daftar produk unggulan yang ditemukan peneliti pada daerah penelitian :
Provinsi Kota/ Kab. Sampel Produk Unggul
Jawa Timur Kota batu Keripik apel dan jus apel
Yogyakarta Kabupaten sleman dan bantul Kerajinan bambu dan kayu
NTT Kota mataram dan lombok barat Kerajinan anyaman dan keramik
Sulawesi tenggara Kota abu-abu dan buton Coklat,kacang mete,udang
Sumatera Utara Kota Medan dan kab.Langkap Anyaman Rotan dan sepatu
Dari segi pemasaran produk tersebut tidak hanya mengisi pasar dalam negeri saja tetapi juga telah menjangkau pasar ekspor. Pasar ekspor dari produk tersebut mencakup pasar Asia, Amerika, Eropa dan Australia.
Dari sisi teknologi produksi produk unggulan untuk DIY 75 % belum menggunakan mesin, sedangkan di provinsi Jawa Timur 60 % telah menggunakan peralatan mesin, untuk provinsi NTB ternyata 50 % telah menggunakan mesin, pada provinsi NTB ternyata 98 % belum menggunakan peralatan mesin, dan pada provinsi Sumatera Utara diketahui 50 % telah menggunakan mesin sedangkan lainnya belum. Dari aspek penggunaan tenaga kerja hampr pada semua lokasi penelitian menggunakan tenaga kerja masyarakat local kecuali untuk produk Bordir dan Batik tulis di Jawa Timur dan untuk produk unggulan Ayaman Rotan dan Sepatu di Sumatera Utara sebahagian tenaga terampil didatangkan dari luar (mencapai 50%).
Kesimpulan dan saran
Jadi Jurnal review ini sudah terbilang baik karena bahasa jurnal yang disajikan sudah cukup sederhana sehingga untuk mudah dipahami. Akan tetapi didalam jurnal ini tak terdapat tinjauan pustaka yang pada umumnya ada pada sebuah jurnal. Sehingga diharapkan untuk melengkapi jurnal ini dengan menambahkan tinjauan pustaka, yang dapat memberikan gambaran awal kepada para pembaca untuk memahami penelitian.
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Kondisi Pengusahaan Produk Unggulan
1.Produk Unggulan pada lokasi penelitian prioritas untuk dikembangkan karena memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan kemampuan mengakses pasar diperkirakan akan semakin meningkat.
2.Intervensi bagi peningkatan akses ke pasar tersebut, diharapkan dapat diperankan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Jumat, 15 Oktober 2010
Tugas Perilaku Konsumen
•ABSTRAKSI
Dalam makalah ini menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan salah satu sarana untuk mengetahui tingkah laku perilaku dari konsumen dan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar materi yang ada dalam makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembacanya.
Dibagian awal disajikan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan, dan rumusan masalah.
Bab II membahas mengenai landasan teori dan Bab III membahas tentang Pembahasan dari perilaku konsumen
Bab IV kesimpulan ..
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen.jadi Pengertian perilaku konsumen berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan dan dengan Pemahaman akan perilaku konsumen yaitu tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu :
* faktor-faktor budaya atau Kekuatan sosial budaya yang terdiri tingkat sosial, kelompok anutan dan tingkah laku yg dipelajari oleh seseorang anggota keluarga
* sub budaya dan kelas sosial,sekelompok org mempunyai sistem nilai yg sama berdasarkan pengalaman hidup dan situasi yang terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.
Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen atau masyarakat yg relatif permanen dan terartur dalam menganut nilai-nilai dan tingkah laku yg serupa.
- Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut :
*apa pengertian konsumen dan jenis"konsumen ?
*apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen dan gimana memahami cara perilaku konsumen?
Tujuan.Pembahasan…
* mengetahui pengertian konsumen?
* mengetahui jenis-jenis konsumen?
* mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen?
* mengetahui cara memahami konsumen?
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian konsumen adalah orang atau sesuatu yang membutuhkan, menggunakan dan memanfaatkan barang atau jasa.
Konsumen biasa memiliki kebiasaan dan tingkah laku yang berbeda-beda.
Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.
Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada : pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan.
Adapun pengertian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki dan memoerbaiki suatu produk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang.
Jenis-jenis konsumen:
Setiap manusia pasti berbeda, begitu pula dengan konsumen. Agar dapat memahami konsumen maka harus mengerti dulu jenis-jenis konsumen itu sendiri. Jenis-jenis konsumen adalah :
A. Pelanggan dan konsumen menurut Undang-Undang Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dimasyarakat baik bagi kepentingan diri sendiri maupun keluarga atau orang lain.
B. trend setter yaitu konsumen ini selalu suka akan sesuatu yang baru, dan dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi bagian dari gelombang pertama yang memiliki atau memanfaatkan teknologi terbaru
C. Pelanggan adalah orang/lembaga yang melakukan pembelian produk/jasa kita secara berulang-ulang.
D.Konsumen pemula, Jenis konsumen pemula cirinya adalah pelanggan yang datang banyak bertanya. Dan kemudian konsumen pemula merupakan pelanggan dimasa yang akan datang.
E.Konsumen pengadu domba, ada jenis konsumen lain lagi, yaitu yang suka mengadu domba. Mungkin karena menganggap kamu adalah domba yang bisa diadu-adu. Konsumen jenis ini suka mengatakan bahwa harga di tempat lain lebih murah daripada barang yang kamu tawarkan.
ADA 3 FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN :
1.Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3.Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.
Memahami Konsumen :
*Untuk dapat memuaskan konsumennya, perusahaan dapat memulai dari mencari tahu kebutuhan dan keinginan itu sendiri. Atau dengan kata lain perusahaan harus tahu motif konsumen dalam membeli suatu produk. Karena itu, semakin baik konsumen dipahami,, maka akan semakin mudah dalam mengantisipasi kebutuhan mereka. Lakukan komunikasi secara reguler sehingga diketahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
BAB III
PEMBAHASAN
jadi dari Pemahaman terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian merupakan dari suatu pemasaran dimana Hal ini disebabkan karena dengan diketahuinya perilaku konsumen dalam pasar, maka perusahaan dapat menentukan kebutuhan dan keinginan pasar serta dapat memberikan kepuasan dengan lebih efektif dan efisien. dan Penyusunan program pemasaran seperti ini sesuai dengan salah satu falsafah pemasaran yaitu konsep pemasaran.Konsep pemasaran menggunakan perspektif dari luar ke dalam. Artinya bahwa, konsep ini dimulai dengan pemasaran yang terdefinisikan dengan baik, memfokuskan pada kebutuhan pelanggan, pengkoordinasian semua kegiatan yang akan mempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan keuntungan melalui penciptaan kepuasan konsumen. Hal ini disebabkan karena kebutuhan adalah suatu keadaan dimana terdapat perasaan kekurangan akan kepuasan tertentu, sedangkan keinginan adalah dorongan-dorongan akan pemuasan tertentu dari kebutuhan yang lebih dalam.Untuk mengetahui mengapa konsumen memilih produk, merek, penjual, waktu pembelian, dan jumlah pembelian yg tertentu, maka diperlukan studi tentang sikap konsumen.
Rangsangan pemasaran meliputi atribut-atribut produk yang diturunkan oleh pemasar kepada konsumen yang biasanya dikelompokkan ke dalam bauran pemasaran (produk, harga, tempat dan promosi), sedangkan rangsangan lingkungan meliputi yaitu lingkungan ekonomi, teknologi, politik dan sosial-budaya dll.
* Adapun peran konsumen dalam membeli yaitu :
1. orang yang pertama menyarankan/mencetuskan gagasan membeli produk tertentu.
2. pembeli pengaruh,orang yg pandangan/sasaran nya mempengaruhi keputusan pembeli.
3. pengambil keputusan ,org yg akhirnya membuat keputusan pembeli.
4. Pembeli orang yg benar2 melakukan pembelian.
5. pengguna,org yg mengkonsumsi/menggunakan produk.
* Dan adapun jenis Keputusan pembelian ,
- Mengenali kebutuhan
- Pencarian informasi
- Evaluasi alternatif
- keputusan pembeli
- tingkah laku pasca pembeli
PENJELASAN :
1. Pengenalan kebutuhan yaitu merupakan tahap proses keputusan pembeli,konsumen mengenali adanya masalah atau kebutuhan,
2. Pencarian informasi yaitu tahap yg merancang konsumen untuk mencari sebuah informasi lebih banyak.
3. Evaluasi alternative dimana tahap ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi sebuah merek alternative dan perangkat pilihan .
4. Keputusan membeli tahap ketika konsumen bener-bener membeli produk tersebut.
5. Tingkah laku pasca pembeli dimana ketika konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan rasa puas dan tidak puasnya konsumen .
.Adapun juga Istilah dari Konsumen yaitu :
Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Syarat-syarat konsumen menurut UU PK adalah:
* Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian
maupun secara cuma-cuma
* Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga,
orang lain dan makhluk hidup lain.
* Tidak untuk diperdagangkan.
Sebagai contoh dari konsumen yaitu Ayah yang membeli televisi untuk ditonton bersama keluarga setiap harinya.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Di dalam perilaku konsumen banyak sekali perbedaan dari cara pembelian maupun perilaku pembeli . Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah jadi Hal itu harus memalui beberapa faktor, situasi, struktur, dan tahapan pembelian sehingga konsumen dapat menentukan keputusan untuk membeli kebutuhannya. Kemudian ada macam-macam situasi pembelian, adalah perilaku responsi rutin, penyelesaian masalah terbatas, penyelesaian masalah ekstensif dan Struktur keputusan membeli dimana keputusan tentang jenis produk, keputusan tentang bentuk produk, keputusan tentang merk, keputusan tentang penjualnya, keputusan tentang jumlah produk, keputusan tentang waktu pembelian, keputusan tentang cara pembayaran sehingga dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Dalam makalah ini menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan salah satu sarana untuk mengetahui tingkah laku perilaku dari konsumen dan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar materi yang ada dalam makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembacanya.
Dibagian awal disajikan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan, dan rumusan masalah.
Bab II membahas mengenai landasan teori dan Bab III membahas tentang Pembahasan dari perilaku konsumen
Bab IV kesimpulan ..
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen.jadi Pengertian perilaku konsumen berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan dan dengan Pemahaman akan perilaku konsumen yaitu tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu :
* faktor-faktor budaya atau Kekuatan sosial budaya yang terdiri tingkat sosial, kelompok anutan dan tingkah laku yg dipelajari oleh seseorang anggota keluarga
* sub budaya dan kelas sosial,sekelompok org mempunyai sistem nilai yg sama berdasarkan pengalaman hidup dan situasi yang terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.
Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen atau masyarakat yg relatif permanen dan terartur dalam menganut nilai-nilai dan tingkah laku yg serupa.
- Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut :
*apa pengertian konsumen dan jenis"konsumen ?
*apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen dan gimana memahami cara perilaku konsumen?
Tujuan.Pembahasan…
* mengetahui pengertian konsumen?
* mengetahui jenis-jenis konsumen?
* mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen?
* mengetahui cara memahami konsumen?
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian konsumen adalah orang atau sesuatu yang membutuhkan, menggunakan dan memanfaatkan barang atau jasa.
Konsumen biasa memiliki kebiasaan dan tingkah laku yang berbeda-beda.
Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.
Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada : pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan.
Adapun pengertian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki dan memoerbaiki suatu produk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang.
Jenis-jenis konsumen:
Setiap manusia pasti berbeda, begitu pula dengan konsumen. Agar dapat memahami konsumen maka harus mengerti dulu jenis-jenis konsumen itu sendiri. Jenis-jenis konsumen adalah :
A. Pelanggan dan konsumen menurut Undang-Undang Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dimasyarakat baik bagi kepentingan diri sendiri maupun keluarga atau orang lain.
B. trend setter yaitu konsumen ini selalu suka akan sesuatu yang baru, dan dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi bagian dari gelombang pertama yang memiliki atau memanfaatkan teknologi terbaru
C. Pelanggan adalah orang/lembaga yang melakukan pembelian produk/jasa kita secara berulang-ulang.
D.Konsumen pemula, Jenis konsumen pemula cirinya adalah pelanggan yang datang banyak bertanya. Dan kemudian konsumen pemula merupakan pelanggan dimasa yang akan datang.
E.Konsumen pengadu domba, ada jenis konsumen lain lagi, yaitu yang suka mengadu domba. Mungkin karena menganggap kamu adalah domba yang bisa diadu-adu. Konsumen jenis ini suka mengatakan bahwa harga di tempat lain lebih murah daripada barang yang kamu tawarkan.
ADA 3 FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN :
1.Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3.Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.
Memahami Konsumen :
*Untuk dapat memuaskan konsumennya, perusahaan dapat memulai dari mencari tahu kebutuhan dan keinginan itu sendiri. Atau dengan kata lain perusahaan harus tahu motif konsumen dalam membeli suatu produk. Karena itu, semakin baik konsumen dipahami,, maka akan semakin mudah dalam mengantisipasi kebutuhan mereka. Lakukan komunikasi secara reguler sehingga diketahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
BAB III
PEMBAHASAN
jadi dari Pemahaman terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian merupakan dari suatu pemasaran dimana Hal ini disebabkan karena dengan diketahuinya perilaku konsumen dalam pasar, maka perusahaan dapat menentukan kebutuhan dan keinginan pasar serta dapat memberikan kepuasan dengan lebih efektif dan efisien. dan Penyusunan program pemasaran seperti ini sesuai dengan salah satu falsafah pemasaran yaitu konsep pemasaran.Konsep pemasaran menggunakan perspektif dari luar ke dalam. Artinya bahwa, konsep ini dimulai dengan pemasaran yang terdefinisikan dengan baik, memfokuskan pada kebutuhan pelanggan, pengkoordinasian semua kegiatan yang akan mempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan keuntungan melalui penciptaan kepuasan konsumen. Hal ini disebabkan karena kebutuhan adalah suatu keadaan dimana terdapat perasaan kekurangan akan kepuasan tertentu, sedangkan keinginan adalah dorongan-dorongan akan pemuasan tertentu dari kebutuhan yang lebih dalam.Untuk mengetahui mengapa konsumen memilih produk, merek, penjual, waktu pembelian, dan jumlah pembelian yg tertentu, maka diperlukan studi tentang sikap konsumen.
Rangsangan pemasaran meliputi atribut-atribut produk yang diturunkan oleh pemasar kepada konsumen yang biasanya dikelompokkan ke dalam bauran pemasaran (produk, harga, tempat dan promosi), sedangkan rangsangan lingkungan meliputi yaitu lingkungan ekonomi, teknologi, politik dan sosial-budaya dll.
* Adapun peran konsumen dalam membeli yaitu :
1. orang yang pertama menyarankan/mencetuskan gagasan membeli produk tertentu.
2. pembeli pengaruh,orang yg pandangan/sasaran nya mempengaruhi keputusan pembeli.
3. pengambil keputusan ,org yg akhirnya membuat keputusan pembeli.
4. Pembeli orang yg benar2 melakukan pembelian.
5. pengguna,org yg mengkonsumsi/menggunakan produk.
* Dan adapun jenis Keputusan pembelian ,
- Mengenali kebutuhan
- Pencarian informasi
- Evaluasi alternatif
- keputusan pembeli
- tingkah laku pasca pembeli
PENJELASAN :
1. Pengenalan kebutuhan yaitu merupakan tahap proses keputusan pembeli,konsumen mengenali adanya masalah atau kebutuhan,
2. Pencarian informasi yaitu tahap yg merancang konsumen untuk mencari sebuah informasi lebih banyak.
3. Evaluasi alternative dimana tahap ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi sebuah merek alternative dan perangkat pilihan .
4. Keputusan membeli tahap ketika konsumen bener-bener membeli produk tersebut.
5. Tingkah laku pasca pembeli dimana ketika konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan rasa puas dan tidak puasnya konsumen .
.Adapun juga Istilah dari Konsumen yaitu :
Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Syarat-syarat konsumen menurut UU PK adalah:
* Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian
maupun secara cuma-cuma
* Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga,
orang lain dan makhluk hidup lain.
* Tidak untuk diperdagangkan.
Sebagai contoh dari konsumen yaitu Ayah yang membeli televisi untuk ditonton bersama keluarga setiap harinya.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Di dalam perilaku konsumen banyak sekali perbedaan dari cara pembelian maupun perilaku pembeli . Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah jadi Hal itu harus memalui beberapa faktor, situasi, struktur, dan tahapan pembelian sehingga konsumen dapat menentukan keputusan untuk membeli kebutuhannya. Kemudian ada macam-macam situasi pembelian, adalah perilaku responsi rutin, penyelesaian masalah terbatas, penyelesaian masalah ekstensif dan Struktur keputusan membeli dimana keputusan tentang jenis produk, keputusan tentang bentuk produk, keputusan tentang merk, keputusan tentang penjualnya, keputusan tentang jumlah produk, keputusan tentang waktu pembelian, keputusan tentang cara pembayaran sehingga dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
