INILAH.COM, Jakarta- Kelompok kebebasan hak sipil AS menyesalkan adanya hari untuk menggambar Nabi Muhammad di Facebook. Komunitas itu juga telah menerima penggagas acara itu di masjid setempat.
“Saya akan menjadi orang pertama yang membela hak siapapun untuk mengekspresikan pandangan mereka, tidak peduli apakah serangan ini mungkin ditujukan kepada saya. Namun kebebasan berekspresi tidak menciptakan kebolehan untuk menyinggung atau menampilkan rasa tidak hormat atas kepercayaan agama, maupun figur yang dihormati oleh pihak lain,†kata direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Nihad Awad.
Ia menyesalkan kartunis Molly Norris yang meluncurkan ‘Draw Muhammad Dayâ€. Namun Nihad Awad mengatakan, Molly Norris menyatakan di situsnya tidak pernah mendeklarasikan 20 Mei sebagai 'Everybody Draw Mohammed Day'.
Nihad Awad mengatakan Molly Norris menyatakan seruan itu hanya menjadikan beberapa pihak berkeinginan menggambar obyek yang tidak senonoh dan menyinggung umat Islam. “Saya meminta maaf kepada masyarakat yang berkepercayaan muslim,†sebut Nihad mengutip Norris.
Norris kata Nihad bahkan pernah berkunjung ke masjid lokal atas undangan komunitas Muslim. Di kesempatan itu Noris membantah ‘informasi menghasut’ yang ada di Facebook berdasarkan inspirasi dari dirinya.[ito]
Kamis, 27 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar