| Tanggal : | 05 Nov 2009 |
| Sumber : | Harian Terbit |
"Untuk itu harus ada pelatihan yang terus menerus untuk membekali para pengurus koperasi dalam menata laporan keuangan secara baik sehingga pihak yang diajak bekerjasama lebih yakin. Di sisi lain, pemda DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi/UMKM dan Perdagangan, sebaiknya lebih berperan dalam menggerakan koperasi," ungkapnya usai membuka pelatihan akuntasi berbasis kompter, di Kelapa Gading, kemarin.
Ia menilik salah satu potensi ekonomi paling besar di Jakut yang bisa dikelola koperasi adalah pengembangan produk kerajinan dan makanan berbahan tahu dan tempe dan hasil laut.
"Saya tertarik dan minta walikota memberikan wadah dan peluang bagi koperasi mengembangkan usaha seperti Sunday market yang ada di luar negeri diterapkan di Maruda. Di sana potensi wisata pesisir cukup bagus. Akan lebih baik dalam pengembangan lebih memprioritaskan koperasi untuk menggelar hasil produksi anggotanya di lokasi wisata pesisir itu."
Peluang lain yang bisa dikembangkan, katanya, juga bisa melalui penjualan pakaian bekas laik pakai dengan harga murah berkisar antara Rp5 ribu-Rp15 ribu yang dikumpulkan dari warga masyarakat dan angarannya dimanfaatkan untuk pengembangan keperasi.
Di sisi lain, katanya, potensi pengolahan tahu tempe di wilayah ini juga bagus.Hanya saja, tak ada peningkatan kualitas yang lebih bagus serta pemasaran yang pasti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar